SHANGHAI: Pada pagi itu, Liao Xiaofen dibawa dalam tandu pengantin dengan balutan busana tradisional merah marun, siap menjalani tradisi pernikahan yang telah berlangsung selama berabad-abad di China.
Delapan pria mengangkat tandu itu di tengah udara musim gugur yang dingin, bergerak pelan menelusuri jalanan desa yang sempit, menandai awal prosesi pernikahan.
Kampung halaman suaminya di Lyuliang, provinsi Shanxi, berbenah demi acara tersebut.
Lentera merah pembawa keberuntungan dan spanduk sutra menghiasi jalan, sementara gong dipukul dan terompet dibunyikan. Pengantin pria menunggang kuda di depan tandu, ditemani para mak comblang dan pemain musik.
“Rasanya seperti parade pernikahan kuno,” kata Liao, seraya menambahkan bahwa upacara pada 15 November itu terasa khidmat dan tak terlupakan.
“Pernikahan seperti ini adalah pencapaian tertinggi yang diharapkan oleh seorang perempuan,” ujarnya kepada CNA.

